Calon Legislator Gerindra di Poso Meninggal
Jum'at, 17 April 2009 21:30 WIB
TEMPO Interaktif , Poso: Arifin Zakaria (52) Seorang calon anggota legislatif untuk Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Poso, Provinsi Sulawesi Tengah, meninggal Jumat ini (14/4). Meninggalnya ketua Gerindra Poso ini mengagetkan warga Poso Kota karena beberapa hari belakangan ini masih terlihat bugar.
Tak heran banyak warga Poso mendatangi rumah duka almarhum Arifin di Kelurahan Bonesompe, Kecamatan Poso Kota Selatan. Mereka tak percaya almarhum begitu cepat berpulang. Steri dan anak almarhum tak kuasa menahan kepedihan atas meninggalnya orang yang dicintainya itu.
“Saya masih kontak-kontakkan kemarin dulu, dia bilang sehat-sehat dan tak punya beban atas kurangnya perolehan suaranya,” ujar seorang kawan almarhum.
Apin, kerabat dekat almarhum Arifin mengaku keluarga tidak menyangka kalau almarhum meninggal secara mendadak sebab sebelumnya almarhum sempat beraktifitas seperti biasa.
Menurut dia, Arifin memang selama ini memiliki komplikasi penyakit di antaranya penyumbatan lambung akibat maag. Almarhum juga kelelahan karena selama pemilu banyak beraktifitas dari kampanye sampai memantau perhitungan suara.
Ia meminta kematian Arifin tidak disangkut pautkan dengan gagalnya almarhum terpilih sebagai anggota DPRD Poso. Arifin,, kata Ipin selain caleg DPRD dari daerah pemilihan (Dapil) Satu juga merupakan ketua pimpinan cabang partai Gerindra Poso. Dari perhitungan sementara suara hasil pemilu legisltaif untuk DPRD Poso, almarhum Arifin baru memporoleh tiga ratus suara. “Dia orangnya tenang saja. Ini sudah suratan takdir,” kata Ipin.
DARLIS
Saturday, April 18, 2009
Posted
@
7:25 AM
0
comments
Saturday, April 11, 2009
Satu TPS di Poso Diduga Dibakar
Jum'at, 10 April 2009 23:03 WIB
TEMPO Interaktif, Poso:Tempat Pengumutan Suara di Kelurahan Gebang Rejo, Poso Kota, Kabupaten Poso, Provinsi Sulawesi Tengah, Kamis (9/4) dibakar oleh orang tak dikenal. TPS itu adalah sebuah bangunan gedung sekolah SDN 17. Untungnya api tak begitu membesar hanya menghanguskan sebuah lemari buku beserta isinya. Api cepat dipadamkan penduduk sekitar.
Diduga tempat pemungutan suara itu sengaja dibakar warga untuk menggangu Pemilu di Pos. Dari kepulan asap tercium bau minyak tanah.
Kobaran api terjadi saat penduduk mencontreng. “Kami kaget, ada kepulan asap dan kobaran api dari dalam kelas VI A, kami pun bergegas untuk memadamkannya," kata seorang warga yang tak mau disebut namanya.
Kepala Kepolisian Sektor Poso Kota Ajun Komisaris Polisi Saiful mengatakan masih menyelidiki kasus ini. “Kami belum bisa memberikan hasilnya, masih didalami,” katanya.
DARLIS
Posted
@
8:22 AM
0
comments
Thursday, March 12, 2009
Logistik Pemilu di Poso Rusak Diguyur Hujan
Kamis, 12 Maret 2009 | 15:59 WIB
TEMPO Interaktif, Poso: Kepala Sub Bagian Sekretariat KPUD Poso, Adiyan Amin, Kamis (12/3) mengaku, sejumlah dus yang berisi formulir C1 basah diterpa hujan meski mobil truk yang mengangkut logistik pemilu tersebut telah ditutupi terpal plastik.
"Mungkin karena tetesan air sehingga dus yang berada dipinggir terkena air. Namun, kerusakan akibat basah tidak terlalu parah, hanya ada sekitar 40 lembar formulir C1 yang luntur," katanya.
Ketua KPUD Poso, Iskandar Lamuka, mengatakan kerusakan formulir yang diguyur hujan tersebut tidak terlalu parah. Setelah diperiksa semua, kemungkinan masih bisa digunakan dan kerusakannya juga tidaklah parah.
DARLIS MUHAMMAD
Posted
@
6:36 PM
0
comments
Partai Demokrat Poso Targetkan 50 Persen Suara
Kamis, 12 Maret 2009 16:10 WIB
TEMPO Interaktif, Poso: Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, menargetkan perolehan suara 50 persen dalam pemilu legislatif 9 April 2009, mendatang.
"Untuk memperoleh 50 persen suara para kader Demokrat akan bekerja maksimal pada kampanye nant," kata Ketua harian DPC Demokrat Poso Muchsin, Kamis (12/3).
Dalam beberapa rapat partai semua kader, harap Muchsin, bekerja sekuat tenaga memperoleh suara sebanyak-banyaknya dengan tetap berjalan pada etika dan aturan kampanye pemilu.
Jualan yang akan ditawarkan Demokrat Poso saat kampanye tertutup dan terbuka nanti masih tetap berpijak pada garis kebijakan pemerintah yang berada di bawah kepemimimpinan presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang juga Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat.
Menurut dia, nama Presiden SBY masih harum karena Presiden SBY pernah memberikan bantuan secara pribadi bagi korban konflik Poso. "Warga masih ingat Pak SBY saat masih menjabat sebagai Menkopolkam pada zaman Presiden Megawati. Dia memberikan bantuan kepada sejumlah korban konflik sebesar Rp 1 juta perorang," tukasnya
DARLIS MUHAMMAD
Posted
@
6:35 PM
0
comments
Thursday, December 11, 2008
Rumah Sakit Dianggap Seperti Terminal, Pasien Kabur
Kamis, 11 Desember 2008 21:37 WIB
TEMPO Interaktif, Poso: Gara-gara pelayanan di Rumah Sakit Umum Poso dinilai buruk, seorang pasien yang tengah dirawat melarikan diri meski di tangannya masih ditancap jarum infus. Pasien bernama Khalis Said itu mengaku terpaksa keluar lebih cepat karena tidak betah berada di Rumah Sakit Umum tersebut. "Tidak betah saya dirawat di RSU. Seperti tinggal di terminal, kamar mandinya jorok, tidak ada air lagi," kata Khalis di Poso, Sulawesi Tengah, Kamis (11/12). Menurut Khalis, selama di rumah sakit, dokter tidak pernah memberi tahu apa penyakit yang diderita. Karena itu, Khalis memutuskan untuk keluar dari rumah sakit meski selang infus di tangannya masih terpasang. "Lama-lama tambah sakit dan bisa mampus saya, mendingan lari," ujar Khalis yang masih tampak pucat. Selama dirawat di Rumah Sakit itu, Khalis sempat bertanya kepada para perawat jaga soal air di kamar mandi yang kosong. Tapi perawat hanya menjawab enteng, itu bukan urusan perawat. Sebelum lari dari Rumah Sakit Umum Poso, Khalis sempat pamit kepada petugas jaga dan menyelesaikan segala administrasi keuangan. Khalis dirawat di kamar Anggrek Kelas 1. Dia dilarikan ke Rumah Sakit Umum Poso oleh keluarganya pada Jumat pekan lalu ketika para keluarganya mendapati dirinya tidak sadarkan diri. "Sampai saya kaget kok tiba-tiba ada di rumah sakit, waktu itu saya tidak sadar lalu dibawa ke RSU Poso oleh keluarga," ujar Khalis yang kabur dari RSU Poso pada Senin sore (8/12) lalu. Direktur Rumah Sakit Umum Poso Dr Asnah, yang saat ini masih berada di Rumah Sakit Umum Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, ketika dihubungi via telepon genggam mengaku belum menerima laporan adanya pasien yang kabur. Terkait pelayanan Rumah Sakit yang dinilai buruk, Asnah akan memberi keterangan sepulang dari mengikuti pelatihan di Rumah Sakit Umum Pangkep. DARLIS
Posted
@
11:40 PM
0
comments