Monday, July 03, 2006

2 July 2006
Warga Poso Tidak Terusik dengan Ledakan Bom
Palu, Minggu

Sekalipun terjadi ledakan bom di kompleks sebuah rumah ibadah dalam kota Poso, Sulawesi Tengah, pada Sabtu tengah malam (1/7), masyarakat setempat sama sekali tidak terusik dengan peristiwa tersebut. Aktivitas masyarakat di daerah itu sejak pagi hingga malam hari berjalan seperti biasa. Arus lalu-lintas angkutan kota dalam provinsi (AKDP) dan angkutan kota antarprovinsi (AKAP) yang meliwati jalan Trans-Sulawesi di sepanjang wilayah Kabupaten Poso serta kendaraan angkutan kota dan sepeda motor ojek di kota Poso berjalan lancar. Bahkan aktivitas jual-beli di Pasar Sentral Poso sepanjang hari ini berlangsung semarak, ditandai dengan kepadatan konsumen yang berbelanja kebutuhan sehari-hari. "Tidak ada yang perlu dikhawatirkan lagi di daerah kami, sebab antara kelompok muslim dan kristen yang sebelumnya terlibat pertikaian sudah membaur satu sama lain," kata Ny. Maritje (42), warga asal desa Silanca di pinggiran kota Poso saat ditemui di Pasar Sentral Poso. Penjual sayur-mayur tersebut menduga peristiwa ledakan bom dan bunyi letusan senjata api dengan tanpa sasaran korban di daerahnya yang kembali terdengar kurun dua pekan terakhir, hanya merupakan tindakan provokasi oleh oknum tak bertanggungjawab yang menghendaki daerah Poso kembali kacau. "Tapi itu perbuatan sia-sia, sebab sebagian besar masyarakat di sini sudah bersepakat untuk hidup secara damai dan wajar, karena sudah muak dengan pertikaian yang justru merugikan semua pihak," tuturnya. Sementara itu, informasi diperoleh dari Mapolres Poso mengungkapkan kehidupan masyarakat di seluruh wilayah Kabupaten Poso dalam kondisi aman dan tenang. "Masing-masing warga, baik yang berada di ibukota kabupaten, ibukota kecamatan, maupun yang menetap di pedesaan melaksanakan aktivitasnya seperti biasa. Termasuk umat Kristiani tetap menjalan Ibadah Raya Minggu dengan tenang di gereja masing-masing," kata seorang polisi setempat. Polisi yang tak bersedia disebutkan namanya itu menduga bahwa ledakan bom dan bunyi letusan senjata api ke udara yang selalu terdengar di kota Poso kurun dua pekan terakhir, hanya merupakan "show force" dari sisa-sisa kelompok radikal yang masih ada di daerahnya. "Tujuannya semata-mata hanya untuk menunjukkan kepada orang lain bahwa mereka masih ada," tuturnya, seraya menambahkan aparat keamanan sudah menyatakan tekadnya untuk membersihkan semua pelaku teror yang mengganggu kehidupan masyarakat luas. Sebuah ledakan cukup keras diduga bersumber dari bom rakitan "low eksplosif" Sabtu tengah malam (1/7) terjadi di sekitar bangunan Gereja Pantekosta Eklesia di Jln Pulau Seram, Poso Kota. Ledakan pada pukul 21:30 Wita itu tidak menimbulkan korban jiwa atau cedera, kecuali mengakibatkan kerusakan kecil dalam bangunan gereja yang sedang dalam perbaikan. Tim Gegana Brimob Polda Sulteng yang sedang bertugas di Kabupaten Poso sesaat setelah terjadi ledakan segera meluncur ke tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan penyelidikan. Sejumlah saksi mata yang tinggal di sekitar TKP menyatakan, beberapa saat setelah terjadi ledakan yang terdengar hingga radius satu kilometer, mereka sempat melihat kepulan asap dari dalam bangunan gereja yang lagi kosong dengan jemaat. "Kami tak melihat adanya orang keluar dari dalam bangunan gereja, kecuali menyaksikan kepulan asap dari dalam sesaat setelah terjadi ledakan," kata para saksi mata melaporkan kepada penyidik polisi. Peristiwa ledakan bom sehari menjelang peresmian "Tugu Perdamaian" di kota Poso oleh Gubernur Sulteng HB Paliudju tersebut, merupakan kedua kalinya kurun sepekan terakhir.Sumber: Antara

No comments: