Thursday, July 06, 2006

SUARA PEMBARUAN DAILY
Ada Warga Palu Dilatih Jadi Pelaku Bom Bunuh Diri

[PALU] Ada warga di Palu yang dibawa ke Jakarta untuk dilatih menjadi pelaku bom bunuh diri. Dia dibawa warga di sini ke Jakarta, dipersiapkan menjadi pelaku bom bunuh diri. Hal itu dikatakan Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), HB Paliudju menjawab Pembaruan, seusai pertemuan dengan Menteri Negara Lingkungan Hidup, dan jajaran aktivis lembaga swadaya masyarakat (LSM) di Palu, Selasa (4/7).
Menurut Paliudju, warga Palu yang dipersiapkan jadi pelaku bom bunuh diri itu adalah tetangganya sendiri yang tinggal di Kelurahan Palupi, Kecamatan Palu Barat, Kota Palu. "Namun warga saya tersebut kini sudah melarikan diri dari Jakarta, dari tempat dia dilatih. Dia menyadari bahwa langkah yang akan dia tempuh tersebut adalah suatu langkah yang salah, sehingga akhirnya dia putuskan lari dari Jakarta," ujarnya.
Paliudju mengaku sudah bertemu dengan warganya yang dilatih jadi pelaku bom bunuh diri tersebut di Jakarta belum lama ini. Namun Paliudju yang terburu-buru naik ke bus untuk mengantar Menneg LH Rahmat Witoelar yang akan ke Jakarta, tidak sempat merinci identitas warganya yang dilatih jadi pelaku bom bunuh diri tersebut, termasuk siapa masyarakat Palu yang membekengi perbuatan keji tersebut.
Informasi kepolisian yang dihimpun Pembaruan di Palu menyebutkan, pada akhir 2005, empat pemuda di daerah ini telah direkrut oleh jaringan tertentu di Indonesia untuk ikut dalam aksi terorisme, khususnya untuk menjadi pelaku bom bunuh diri. "Mereka diduga ada hubungannya dengan jaringan Noordin M Top, Imam Samudera dan Amrozi. Mereka dilatih di Jakarta, dan rencananya akan melakukan tindakan bom bunuh diri di Kota Palu, Poso dan sekitarnya. Tujuannya untuk membuat kacau daerah ini," kata seorang polisi yang enggan disebut namanya.
Terkait dengan informasi itu, sejak pertengahan 2005, penjagaan ketat dilakukan aparat kepolisian, terutama di Kota Palu dan Poso. Di Kota Palu pusat-pusat keramaian dan rumah ibadah dijaga ketat 1 x 24 jam, dan masih berlangsung hingga hari ini. Setiap malam, polisi melakukan patroli di jalan-jalan raya, dan hampir semua sudut jalan dijaga oleh dua sampai tiga polisi.
Situasi ini membuat warga Palu sempat tegang, namun warga juga bersyukur karena hingga saat ini aksi bom bunuh diri yang sempat santer beredar di daerah ini tidak terjadi sampai saat ini. [128]
Last modified: 5/7/06

No comments: