Tuesday, January 23, 2007

Komentar, 23 January 2007
Aksi baku tembak di Poso mereda Dua Polisi dan 10 Militan Tewas, Puluhan Ditangkap

Bak film Hollywood, aksi baku tembak terjadi di Poso. Pasukan Antiteror Detasemen Khusus (Densus) 88 yang hendak menangkap para Daftar Pencarian Orang (DPO), mendapat serangan balik dari para militan bersenjata di Tanah Runtuh, Poso Kota, Senin (22/01). Akibat dari baku tembak ini, dilaporkan 10 sipil militan bersenjata tewas, sedangkan dari pihak polisi dua meregang nyawa. Militan yang tewas diduga sebagai jaringan Mujahidin Kayamanya Tanah Runtuh. Empat dari 10 warga tewas ini diketahui bernama Om Gam, Ustad Idris, Ustad Yakub, dan Ustad Mahmud. Sedangkan warga tewas lainnya belum diketahui jelas identitasnya. Sedangkan dua polisi yang tewas, salah satunya berna-ma Brigadir Satu Polisi Roni Iskandar, personel BKO dari Brimob Kelapa Dua, Depok. Sedangkan satu polisi tewas lainnya belum diketahui nama dan pangkatnya. Informasi yang diperoleh Komentar dari Poso, dalam ‘perang’ tersangka teroris dan Densus 88 ini, terdapat 35 luka-luka, sementara tujuh di antaranya dari pihak polisi. Sementara Mabes Polri melalui Kadivhumas Mabes, Irjen Sisno Adi Winoto menga-takan, polisi telah menangkap 13 tersangka yang diduga kuat terkait dengan 19 nama DPO Poso yang masih diburu. Saat ini, 13 orang itu masih diperiksa Polda Sulteng.“Kami belum bisa menye-butkan identitas 13 tersangka itu. Apakah mereka terkait dengan DPO yang diburu, atau masyarakat yang men-dukung kelompok kriminal bersenjata, masih dalam pemeriksaan,” katanya. “Tapi siapa pun dia, dia termasuk tersangka dalam kelompok kriminal bersenjata. Mereka patut diduga melakukan tindak pidana karena kepemi-likan senjata,” lanjut Sisno. Sedangkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sendiri langsung meminta Menkopol-hukam Widodo AS menegak-kan hukum di sana. “Tadi pre-siden memberikan arahan pokoknya hukum harus dite-gakkan di Poso,” ujar Juru Bicara Kepresidenan Andi Mallarangeng seperti dilansir detikcom, Senin (22/01).Andi menambahkan, SBY juga selalu memantau kondisi di lapangan. Namun Andi ti-dak bisa menjelaskan secara rinci isi perbincangan Presi-den dengan Menkopolhukam karena dialog dilakukan lewat sambungan telepon. Dia men-jelaskan belum ada rencana SBY memanggil pejabat-peja-bat terkait yang bertanggung jawab atas keamanan di Poso. Sampai tadi malam, meski baku tembak antara polisi dengan kelompok sipil militan sudah mereda, namun situasi Kota Poso, Sulawesi Tengah (Sulteng), masih sangat te-gang. Angkutan umum di-minta tidak beroperasi tadi malam. Baku tembak mereda sekitar pukul 18.30 Wita, Senin (22/01) bersamaan dengan berkumandangnya azan magrib. Meski saat ini sudah tidak terdengar desi-ngan peluru, namun Kota Poso terlihat sangat tegang. Para warga Poso memilih berada di rumah. Angkutan umum diimbau tidak beroperasi. Sejumlah angkutan umum yang dila-rang beroperasi, antara lain angkutan umum trayek Luwuk-Palu-Poso, Poso-Mo-rowali-Tentena, dan Poso-Pa-lu. Angkutan umum dari Makassar yang melewati Poso juga dilarang beroperasi. Sementara itu, polisi masih bersiaga di Kota Poso. Pu-luhan orang sudah ditangkap polisi terkait baku tembak yang mengagetkan warga Poso tersebut.(dtc/nsp)

No comments: