Thursday, January 25, 2007

SUARA PEMBARUAN DAILY
Ditemukan Lagi Dua Mayat di Poso
Ditangkap, Penembak Pendeta Kongkoli


[PALU] Dua dari puluhan tersangka kerusuhan Poso yang berhasil ditangkap aparat dalam serangkaian penyergapan di Poso, diidentifikasi polisi sebagai pelaku penembakan Pdt Irianto Kongkoli yang terjadi Senin, 16 Oktober 2006 lalu di Kota Palu.
Hal itu diungkapkan Kapolda Sulteng Brigjen Pol Badrodin Haiti yang dikonfirmasi Pembaruan Kamis (25/1) siang di Poso.
Kedua orang itu adalah Muklis dan Dedi Parsa, buronan yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Polri. Muklis kini menjalani pemeriksaan intensif di markas Polda Sulteng sedangkan Dedi Parsan telah tewas tertembak dalam penggerebekan di Kelurahan Gebang Rejo, Kecamatan Poso Kota, 11 Januari lalu.
Dalam pemeriksaan, Muklis mengaku bersama Dedi yang menembak Pdt Kongkoli, Sekretaris Umum Majelis Sonode Gereja Kristen Sulawesi Tengah (GKST) yang berpusat di Tentena Poso.
Pada Senin pagi yang naas itu, keduanya sudah membuntuti korban dari rumahnya di Jl. Gereja Palu. Menurut pengakuan Muklis, sebenarnya mereka akan menembak Kongkoli sejak dari rumahnya, tapi tidak berhasil. Keduanya baru berhasil menembak korban saat turun dari mobil untuk membeli lantai keramik di UD. Sinar Sakti, salah satu toko bangunan di Jl. Monginsidi Palu.
Tembakan telak mengenai bagian kepala belakang Kongkoli hingga tewas seketika di depan isterinya dan seorang anaknya yang masih kecil, yang menyertainya ke toko ketika itu.
Badrodin mengatakan, rekonstruksi kasus penembakan Kongkoli segera akan dilakukan dalam satu dua hari ini.
Kapolda juga mengungkapkan dari 9 buronan yang tertangkap dalam penggerebekan Kamis (11/1) dan Senin (22/1) di Gebang Rejo maupun Kayamanya Poso Kota, terungkap bahwa para buronan tersebut adalah pelaku sejumlah kasus kekerasan yang telah merengut banyak korban di Poso maupun Palu.
Di antaranya kasus peledakan bom di pasar daging babi Maesa Palu, terungkap pelakunya adalah Icang dan Sarjono. Icang tewas tertembak peluru aparat dalam penyergapan di Gebang Rejo Senin (22/1). Sedangkan Sarjono saat ini masih diperiksa intensif di Mabes Polri bersama 3 buronan lainnya yakni Anang Muftadin alias Papa Enal, Taufik Baruga alis Upik dan Abd Muis alias Muis.
Kemudian kasus lain yang terungkap yakni penembakan dua siswi SMEA Poso, Ivon Nathalia dan Siti Nuraeni, pelakunya adalah Wiwin Kalahe alias Tomo (saat ini ditahan di Mapolda).
Kemudian kasus penembakan Briptu Agus Sulaeman, Sugito, Hasrin Lajidin dan Murdiyanto pada tahun 2004, peledakan bom di Desa Tangkura Poso Pesisir yang menewaskan seorang warga (November 2006) serta beberapa kasus kekerasan lainnya, menurut Badrodin, terungkap melibatkan ke-9 DPO.
Sementara itu, pada Kamis (25/1) siang ditemukan lagi dua mayat di Kayamanya, Gebang Rejo, Poso. Saat ini kedua jenazah sedang dievakuasi polisi dan akan dibawa ke RSU Poso. Kondisi mayat penuh dengan luka tembak. Diduga keduanya korban dalam aksi baku tembak aparat dan kelompok bersenjata Senin (22/1) lalu.
Adapun ke-9 buronan yang tertangkap itu yakni Dedi Parsan, Icang (tewas tertembak), Anang Muftadin alias Papa Enal, Taufik Baruga alis Upik, Abd Muis alias Muis, Sarjono, Tugiran, Wiwin Kalahe dan Muklis.
TNI Bantu
Sementara itu, Panglima TNI, Marsekal Djoko Suyanto mengatakan, Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (TNI) telah menerima permintaan bantuan dari polisi untuk membantu mengatasi persoalan di Poso. Mabes TNI telah menyiapkan 200 personel untuk membantu polisi. Kasus di Poso harus dilihat sebagai bentuk perlawanan kelompok bersenjata.
"TNI akan mendukung aparat penegak hukum di Poso. Konteks yang harus dilihat adalah ada kelompok bersenjata dan melawan," katanya.
Poso bukanlah sarang teroris, apalagi dihubungkan dengan teroris internasional. Yang terjadi di Poso adalah intervensi beberapa kelompok yang ingin mendapatkan untung sebesar-besarnya dalam situasi sekarang dan semua yang berkeinginan tersebut, saling menutupi keterlibatannya dengan melindungi oknum-oknum pada tingkatan lokal . Ada juga sinyalemen tentang intervensi oleh intitusi yang ingin mengacaukan dan mengambil manfaat dari kekacauan tersebut.
Secara terpisah Wakil Kapolri Komjen Pol Makbul Padmanegara mengatakan, Polri akan terus menegakkan hukum dan memberikan rasa aman kepada masyarakat, terutama masyarakat di Poso dan sekitarnya. Semua penjahat yang bersenjata di sana dan yang selama ini mengganggu rasa ketenangan masyarakat di sana, Polri akan terus mengambil tindakan tegas. [128/O-1/M-15/E-8/VL]
Last modified: 25/1/07

No comments: