Wednesday, January 17, 2007

SUARA PEMBARUAN DAILY
Pemerintah Bersikap Keras Tangani Poso

[JAKARTA] Wakil Presiden (Wapres) Muhammad Jusuf Kalla menegaskan, pemerintah bersikap keras dan tegas dalam menangani dan mengungkapkan beberapa kasus di Poso, Sulawesi Tengah. Bahkan dia memberi shock therapy bahwa siapa yang terlibat dalam konflik atas nama agama akan masuk neraka.
Pernyataan Wapres itu disampaikan Sekretaris Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) Richard Daulay di kantor Wapres Jakarta, Senin (15/1). Dia didampingi pengurus PGI lainnya Weinata Sairin dan para pengurus dan panitia Majelis Pekerja Lengkap (MPL). Mereka bertemu Wapres dalam rangka mengundang dia membuka sidang tahunan MPL PGI yang akan berlangsung di Manado 22-26 Januari 2007. Wapres berjanji akan hadir dan memberi sambutan pada pembukaan acara tersebut pada Senin (22/1).
Wapres, kata Richard, kembali menegaskan bahwa konflik di Poso bukanlah konflik antar agama, melainkan konflik politik dan ekonomi. "Beliau memberi shock therapy, siapa yang ikut konflik karena agama akan masuk neraka," ujarnya mengutip Wapres.
Secara pribadi, Richard berpendapat bahwa pemerintah dan aparat kepolisian harus tetap bekerja keras dan berupaya tetap memulihkan rasa aman bagi masyarakat di Poso. Karena situasi di wilayah itu masih rapuh sehingga masih membutuhkan kerja keras pemerintah untuk memberi kesejahteraan dan aparat keamanan untuk menjamin rasa aman bagi masyarakatnya.
Terkait dengan sidang majelis MPL PGI di Manado yang bertema "Meneguhkan Ulang Komitmen Kebangsaan untuk Mempertahankan NKRI" Wapres mengatakan, komitmen kebangsaan memang harus dirajut kembali setelah sejumlah daerah baru saja keluar dari konflik. Merajut ulang komitmen kebangsaan itu sangat penting dalam konteks Indonesia yang plural. Indonesia menjamin semua warga beribadah menurut agamanya masing-masing. "Wapres bilang, kebebasan beragama di Indonesia sangat dijamin," ujarnya.
Untuk itu harus ada pertemuan dan dialog antara umat beragama agar saling memahami. Sebab, Indonesia adalah negara multi kultur dan agama yang tidak bisa dihindari. Indonesia yang heterogen seperti itu, sepintas sama dengan Amerika Serikat. [A-21]
Last modified: 16/1/07

No comments: