Monday, January 15, 2007

SUARA PEMBARUAN DAILY
Teror Bom di Poso Dilakukan DPO

[PALU] Kapolda Sulawesi Tengah (Sulteng) Brigjen Pol Badrodin Haiti menegaskan teror- teror bom yang masih terus terjadi di Poso terutama pasca penangkapan para tersangka daftar pencarian orang (DPO) Polri, pelakunya adalah para DPO itu sendiri yang belum tertangkap petugas.
"Ya, para pelakunya para DPO itu yang belum tertangkap. Mereka itu mau menyebarkan teror, tidak ingin Poso aman," katanya kepada wartawan di Poso Minggu (14/1).
Sementara itu, 3 anggota TNI di Poso yang diduga mengeroyok 2 anggota polisi masyarakat (Polmas) Bripda Ahmad Widodo dan Bripda Andri Gani yang bertugas di Desa Silanca, Kecamatan Lage, Kabupaten Poso, ditahan pihak Makorem 132/Tadulako Sulteng.
Ketiganya Praka NM, Praka JB dan Prada MFS, dari kesatuan Batalyon Zipur 8 Kodam VII Wirabuana yang ditugaskan membangun rumah tinggal sementara (RTS) pengungsi Poso, saat ini sedang dalam pemeriksaan intensif Sub Denpom VII Poso.
Danrem 132/Tadulako Sulteng Kol TNI Husein Malik mengakui sesuai hasil penyidikan sementara ketiga anggota TNI tersebut bersalah menyeroyok 2 anggota polisi tersebut.
Namun kata Husein, pengeroyokan ini terjadi karena sebelumnya (Kamis malam 11/1) anggota TNI yang sedang mengerjakan RTS milik pengungsi Poso di Desa Tangkura, Poso Pesisir, diserang oleh sekitar 10 polisi yang menyebabkan dua anggota TNI Pratu TA dan Prada MD terluka.
Dalam penyerangan itu kata Danrem, rumah Adolf warga Tangkura, tempat nginap TA dan MD juga rusak, kaca-kacanya hancur karena diamuk 10 polisi itu.
Menyusul kejadian Tangkura, aku Danrem, maka terjadi solidaritas pembalasan yang membuahkan pengeroyokan pada dua petugas Polmas di Silanca yang berjarak sekitar 25 km dari Tangkura.
5 Kali Ledakan
"Kasus tiga anggota TNI saya akan usut demi tegaknya hukum. Kalau mereka bersalah akan ditindak," tandasnya. Sementara itu pasca penangkapan 5 DPO, aksi- aksi teror ledakan bom kembali marak di Poso. Pada Sabtu malam (13/1) terjadi 5 kali ledakan bom di Jl Pulau Alor, Jl. Pulau Sumatera dan Jl Pulau Irian Poso.
Ledakan bom cukup keras, usai meledakan bom pelakunya melarikan diri. Tim penjinak bahan peledak (Jihandak) Polda Sulteng yang memeriksa lokasi kejadian menemukan black powder (serbuk hitam) dan casing bom dari kaleng di lokasi bekas ledakan.
Menurut Badrodin, bom yang diledakan di ketiga ruas jalan tersebut tidak terlalu berbahaya seperti bom-bom lain yang menewaskan banyak orang di Poso.
"Hanya berisi black powder, tidak ada bahan-bahan berbahaya yang mematikan seperti bom-bom lain yang biasa meledak di Poso. Jadi ini tujuannya hanya ingin meneror warga dan tujuannya untuk mengacaukan Poso," tegas Badrodin. Kendati relatif aman terkendali namun situasi Poso pasca penangkapan 5 DPO mencekam terutama malam hari.
Situasi mencekam terutama di kawasan Kelurahan Gebang Rejo Poso Kota, pada malam hari war- ga mematikan lampu listriknya di rumah-rumah. Tidak jelas apa alasannya, namun menurut bebera- pa warga di situ mereka takut nanti ada penggerebekan lagi oleh aparat.
Di Jl Pulau Jawa II Kelurahan Gebang Rejo pada Kamis (11/1), aparat menggerebek dan menangkap 5 DPO yakni Dedi Parsan alias Dedi (28, tersangka tewas ditembak petugas karena melawan saat hendak ditangkap, Anang Muftadin alias Papa Enal (40), Paiman alias Sarjono (33), Upik alias Pagar (22) dan Abd Muis alias Muis (25),
Empat DPO terakhir saat ini masih diperiksa secara intensif di Mapolda Sulteng di Palu, dan kemungkinan akan dibawa ke Mabes Polri untuk penyidikan lebih lanjut.
Sampai saat ini polisi masih terus berupaya mengejar 19 DPO lain di Poso yang belum tertangkap. Diduga mereka masih bersembunyi di Poso, salah satunya Basri yang sangat dicari-cari polisi, ia diduga masih ada di Poso. [128]
Last modified: 15/1/07

No comments: