Tuesday, November 07, 2006

Diduga kuat berasal dari pemberontak Moro-Filipina
Senjata Teroris Poso Disuplai Lewat Sulut
Komentar, 7 Nov 2006

Sulut harus benar-benar waspada. Ada dugaan kuat, senjata yang kerap dipakai ‘Teroris Poso’ melancarkan aksinya, disuplai lewat Sulut yang berasal dari pem-berontak Moro-Filipina. Indikasinya, senjata yang dimiliki perusuh Poso, sama dengan senjata yang dipakai pem-berontak di Moro. Hal ini diakui anggota Tim Khusus penanganan kasus Poso, AKBP Drs Rudy Sufaha-riadi yang saat ditemui, te-ngah berada di Manado, ke-marin (06/11). Sufahariadi yang juga menjabat Kapolres Poso ini mengatakan, kedata-ngan tim khusus yang dipim-pin Irjen Goris Mere, selain mengejar DPO Poso, juga se-dang menyelidiki penyelun-dupan senjata tersebut. “Tidak menutup kemung-kinan para perusuh Poso lari ke Sulut. Selain mengejar me-reka (perusuh Poso, red) ini, kedatangan kami ke Sulut adalah untuk melidik pasok-an senjata yang dikirim dari Moro-Filipina melewati wila-yah Sulut hingga ke tangan para perusuh di Poso,” ung-kap Sufahariadi. Dikatakannya, senjata peru-suh Poso adalah sebuah jenis revolver. “Senjata revolver me-reka sama dengan yang digu-nakan personel Moro. Dan ka-mi dapat informasi, pengiri-mannya melewati Sulut. Untuk menyelidiki ini, kami juga sudah kerjasama dengan Polda Sulut,” ujar Sufaha-riadi.Sementara itu, Irjen Goris Mere selaku ketua timsus, ter-kesan enggan memberikan komentar. Buktinya, saat di-dekati wartawan, Wakaba-reskrim Mabes Polri ini selalu menghindar. Pada bagian lain, sebuah sumber koran ini menyebutkan, Polri cukup ka-get juga dengan persenjataan yang dipakai para perusuh Poso. Pasalnya, mereka memi-liki senjata yang lumayan canggih. Hal itu memung-kinkan sehingga para peru-suh itu berani menyerang polisi yang saat itu memiliki senjata kalah modern. “Polri kemudian perlu me-lakukan penyelidikan dari mana senjata-senjata itu ber-asal dan ada dugaan itu disu-plai dari Filipina. Apalagi jenis senjatanya ada kesamaan,’’ ungkap sumber seraya me-nambahkan, ada indikasi kuat senjata-senjata itu me-mang dipasok dari Filipina. Dan jika itu yang terjadi, jalur terdekat yang ada adalah melewati wilayah SaTal, di wilayah Sulut.(jok/rik)

No comments: