Tuesday, November 28, 2006

Kapolri Bantah 4 Pati Kristen Terlibat di Poso
Komentar, 28 Nov 2006

Di tengah makin terdesak-nya para tersangka perusuh Poso, kini berhembus isu yang hendak mencemarkan nama baik institusi Polri, ter-utama kalangan empat per-wira tinggi (pati) beragama Nasrani. Beredar SMS gelap bahwa empat pati dari Mabes Polri ini ikut terlibat aksi penyerangan di Poso. Hal ini langsung dibantah Kapolri Jenderal Sutanto. “Itu tidak benar,” tandas Ka-polri. Ditengarai, upaya fitnah itu dilakukan oleh orang tidak bertanggung jawab untuk melindungi perbuatannya sendiri, dan terdesaknya para pelaku perusuh yang sebenar-nya. Di sisi lain, terkait kasus Poso, Kapolri Sutanto menga-takan, adanya rasa dendam di sekelompok kecil masyarakat Poso menyebabkan polisi ke-sulitkan untuk menyelesai-kannya. Selain itu maraknya pereda-ran senjata api ilegal juga me-macu terjadinya konflik ma-sal di Poso dan sekitarnya. “Masih beredarnya senjata api ilegal, baik standar maupun rakitan, serta kemampuan masyarakat merakit bahan peledak merupakan faktor potensial bagi timbulnya teror dalam bentuk penembakan misterius atau teror bom,” jelas Kapolri. Selain itu, Kapolri juga membeberkan peristiwa pe-nembakan Pendeta Irianto Kongkoli pada 16 Oktober 2006 dan kasus perusakan dan penyerangan Polmas Tanah Runtuh pada 22 Okto-ber 2006 oleh warga. “Dari ha-sil pengembangan yang dila-kukan Polri kepada tersang-ka, terungkap 29 tersangka yang masih DPO. Sampai saat ini, aparat terus melakukan upaya persuasif, meski ada satu tersangka yang menye-rahkan diri, yakni Andi Bo-cor,” beber Sutanto.(rmc)

No comments: