Friday, November 17, 2006

SUARA PEMBARUAN DAILY
Polisi Jamin Tak Akan Siksa DPO Poso

[PALU] Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah (Sulteng) kembali menghimbau 28 buron yang diduga sebagai pelaku serangkaia aksi kekerasan dan teror di Poso maupun Palu agar menyerahkan diri ke polisi.
"Polisi masih membuka pintu bagi para buron untuk menyerahkan diri. Kalau tidak kita akan tangkap paksa. Dari pada jadi buron seumur hidup, maka lebih baik serahkan diri sekarang," tegas Kapolda Sulteng Brigjen Pol Badrodin Haiti yang dihubungi Kamis (16/11) di Palu.
Pada Selasa petang (14/11) satu dari para buron yang masuk daftar pencarian orang (DPO) Mabes Polri tersebut, akhirnya menyerahkan diri ke Polres Poso. Buron yang menyerahkan diri, Andi alias Udin alias Andi Bocor (40), sampai Kamis masih diperiksa di Mapolda Sulteng.
Hasil pemeriksaan sementara, Andi Bocor terlibat kasus penembakan Hasrin, petugas bantuan polisi di Desa Landangan, Poso Pesisir September 2005. Menurut data polisi, Andi Bocor yang memberikan senjata laras pendek jenis FN kepada Anang, tersangka pelaku yang menembak Hasrin (juga masuk dalam 29 DPO).
Selama pemeriksaan di Mapolda Sulteng, Andi Bocor didampingi kakak kandungnya, Makmur Bega. Ia juga yang telah mengantarkan Andi Bocor menyerahkan diri ke polisi.
Sebelum menyerahkan diri, Makmur meminta empat hal pada polisi. Pertama, jika adiknya diperiksa harus didampingi keluarga, selama proses pemeriksaan tidak boleh ada penyksaan, tersangka harus didampingi pengacara dan diizinkan memberangkatkan isterinya yang akan naik haji tahun ini.
Menanggapi hal ini Kapolda Badrodin menyatakan tidak akan ada perlakuan kasar apalagi penyiksaan selama pemeriksaan dilakukan pada Andi Bocor, juga para DPO lain yang akan menyerahkan diri.
"Tidak akan ada perlakuan kasar apalagi penganiayaan ataupun penyiksaan. Seluruh aparat penyidik sudah diperintahkan untuk berlaku baik dan sopan selama memeriksa para tersangka kasus Poso," tegasnya.
Sebelumnya keluarga 29 DPO di Poso kwatir polisi akan menyiksa anak-anak mereka (yang masuk daftar buron) jika berhasil ditangkap polisi. Itu juga menjadi salah satu alasan mereka menolak kooporatif dengan polisi dalam menangkap para buron yang diduga kuat sebagian besar bersembunyi di suatu tempat di Poso.
Polisi masih terus berupaya secara persuasif bisa menangkap para buron. Polisi berusaha tidak melakukan cara-cara keras, tetapi terus melakukan pendekatan pada para tokoh agama/masyarakat di Poso agar membantu polisi menyerahkan para buron yang sangat mengancam kestabilan keamanan Poso tersebut.
Wakil Kepada Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Pol Anton Bachrul Alam mengungkapkan kepada wartawan di Poso, Rabu, menyerahnya Andi Bocor ke polisi tidak terlepas dari dukungan tokoh agama di Poso, yakni Daeng Raja. [128]
Last modified: 16/11/06

No comments: