Monday, October 16, 2006

RS, Senin, 16 Oktober 2006
Pelaku Bom Poso Cerdik, Polisi Tahu Identitasnya tapi Belum Tertangkap

POSO- Bom terus meneror kota Poso. Sabtu malam (14/10) sekitar pukul 21.18 Wita, bom meledak di pelataran samping kiri Kantor Bupati Poso, tepatnya di Jalan Pulau Sulawesi. Sayang, meskipun identitas pelakunya sudah diketahui, namun polisi belum berhasil menangkapnya.
Kemarin, tim Labfor Polda Sulteng yang dibantu tim identifikasi Polres Poso langsung melakukan olah TKP (tempat kejadian perkara). Ini sebagai langkah awal untuk menyelidiki peledakan bom tersebut.
Kepada wartawan di TKP Minggu pagi kemarin, Kapolres Poso AKBP Drs Rudy Sufahriadi mengatakan, dari hasil olah TKP, polisi menemukan serpihan bom berupa sulfur dan florat. Di luar itu, polisi juga menemukan serpihan casing bom berbentuk plastik. "Bom terbuat dari casing plastik. Jenis bom hampa (low explosive), atau orang Poso bilang bom kosong,'' sebut Rudy menerangkan.
Dari olah TKP ini, polisi juga telah mengidentifikasi pelakunya. "Dari laporan Polisi Pamong Praja (Pol PP) yang jaga malam, kami sudah mengetahui identitas pelaku. Tapi kami masih harus mengembangkannya," ujar Kapolres.
"Pelaku masih orang lama. Mereka sengaja ingin membuat teror di Poso jelang lebaran,'' imbuhnya. Walaupun polisi telah mengetahui identitas pelakunya, namun Rudy masih enggan menyebut nama atau inisial pelaku dengan alasan untuk kepentingan penyelidikan.
Diketahui, dalam informasinya kepada polisi, anggota Pol PP yang saat bom meledak (malam minggu) sedang berjaga malam di kantor bupati mengatakan, sebelum dan sesudah bom meledak ada dua orang yang mondar-mandir dengan menggunakan sebuah sepeda motor bebek.
Kapolres Poso mengakui bahwa orang-orang yang melakukan teror di Poso selama ini terbilang cerdik dan lihai. "Mereka melakukan teror bom dengan sistem acak. Kamarin di Poso Pesisir, kali ini di kota. Dan entah dimana lagi mereka akan melakukannya", ucap Rudy.
Karena itu, lanjut dia, menghadapi Idul Fitri yang tinggal beberapa hari lagi ini, Polres Poso dengan semua kekuatan pasukan yang ada akan semakin meningkatkan kewaspadaan dan keamanan wilayah Poso. Katanya, polisi juga akan melakukan pengamanan khusus menjelang datangnya lebaran tahun ini. "Fasilitas-fasilitas umum yang menjadi tempat kumpul orang banyak, akan kami jaga ketat,'' papar Kapolres Poso. Fasilitas umum (objek vital) yang dimaksud Rudy ini, di antaranya Pasar Sentral, pertokoan, BNS, bank-bank, dan rumah-rumah ibadah. Khusus untuk malam takbiran, Polres Poso akan lebih meningkatkan kewaspadaan pengamanannya, mengingat pada malam itu kondisinya bisa sangat rawan.
Masih adanya ledakan bom yang terjadi di tengah ribuan aparat yang bertugas di Poso (baik BKO ataupun organik) sangat disayangkan oleh masyarakat. Masyarakat menilai, kehadiran aparat di Poso belum sepenuhnya dapat menciptakan Poso yang tenang dari suara bom, rentetan tembakan, dan jenis teror lainnya. "Kami kecewa. Aparat banyak, tapi bom masih meledak,'' ungkap seorang tokoh masyarakat Poso yang enggan namanya dikorankan.
Bom yang meledak malam minggu kemarin itu hanya berjarak sekitar 200-an meter dari puluhan anggota brimob BKO, yang selama ini ngepos dan tinggal di Kantor DPD Golkar Poso. Walaupun tidak berdampak pada jatuhnya korban jiwa (luka/meninggal, red) dan kerusakan bangunan, tetapi ledakan tersebut sempat mengundang perhatian warga.(Cr5)

No comments: